Postingan kedua; HOBBY.
Bisa dibilang hobi saya semuanya mainstream. Mendengarkan musik, membaca buku, dan menulis. Selalu ada waktu untuk melakukan ketiga hal itu. Sesibuk apapun. Sesuntuk apapun.
Bagi saya, ketiga hal ini bukan hanya hobi yang biasa dilakukan untuk mengisi waktu senggang. Mereka, hobi saya ini, adalah teman baik dan yang paling setia.
Selalu ada lirik lagu yang senantiasa menjawab curhatan saya, atau sekedar meng-iya-kan cerita saya, atau mengajak saya berjoget seperti orang gila, atau menasihati saya dengan quote-quote supernya yang tersirat maupun tersurat.
Bisa dibilang hobi saya semuanya mainstream. Mendengarkan musik, membaca buku, dan menulis. Selalu ada waktu untuk melakukan ketiga hal itu. Sesibuk apapun. Sesuntuk apapun.
Bagi saya, ketiga hal ini bukan hanya hobi yang biasa dilakukan untuk mengisi waktu senggang. Mereka, hobi saya ini, adalah teman baik dan yang paling setia.
Selalu ada lirik lagu yang senantiasa menjawab curhatan saya, atau sekedar meng-iya-kan cerita saya, atau mengajak saya berjoget seperti orang gila, atau menasihati saya dengan quote-quote supernya yang tersirat maupun tersurat.
Blog ini sudah hampir punah. Oke-oke, kayaknya alasan nggak ada waktu buat nulis sudah mulai nggak masuk akal. Jadi sekarang alasannya => males cari bahan buat tulisan.
But finally 2 hari yang lalu nemuin 'Tantangan 30 Hari Ngeblog'nya Om Kepen yang-semoga-bisa bikin rutin nulis blog lagi. Tantangannya gampang dan menyenangkan. Gampang karena tinggal nulis postingan blog sesuai topik dan menyenangkan karena topiknya bisa buat curhat colongan. Okesip.
Postingan pertama, perkenalan.
Nggak tau deh, kenapa postingan ini judulnya udah kayak judul tugas-tugas bahasa inggris anak sekolahan. Sebenernya postingan ini udah lama dibikin, tapi waktu itu males nulis jadi cuma upload foto + bikin judulnya aja. Barusan inget sekarang-_-)/
Oke, sebenernya acara ke Bromo ini juga udah lama. Yaaa kurang lebih udah 7 tahun yang lalu atau tepatnya sekitaran bulan Juni tahun 2013 *garing*. Ini pertama kalinya aku pergi ke Bromo meskipun bisa dibilang Bromo deket sama Malang. Kirain Bromo tuh gunung biasa & ga ada yang bisa dinikmatin selain dingin, ternyata keren banget bok (Û³ ˚Д˚)Û³
Oke, sebenernya acara ke Bromo ini juga udah lama. Yaaa kurang lebih udah 7 tahun yang lalu atau tepatnya sekitaran bulan Juni tahun 2013 *garing*. Ini pertama kalinya aku pergi ke Bromo meskipun bisa dibilang Bromo deket sama Malang. Kirain Bromo tuh gunung biasa & ga ada yang bisa dinikmatin selain dingin, ternyata keren banget bok (Û³ ˚Д˚)Û³
Supaya
dapet sunrise yang bagus, kita harus naik ke penanjakan. Medannya agak
berat & jalannya menanjak, jadi harus sewa hartop/jeep. Atau kalo
kuat bisa pake motor juga sih. Setelah turun dari jeep, masih harus
jalan kaki naik dari parkiran. Itu lumayan melelahkan, mempersuram dan mempertakut. Tapi pemadangannya keren, worth it lah ♥
![]() |
| above the clouds |
![]() |
| when the sun rises, the moon sets. when will they meet? :( |
Awalnya, ini minggu pagi yang tidak terlalu cerah. Sampai aku iseng membuka account e-mail dan melihat ada tiga e-mail baru. Dua e-mail promosi dari online shop dan satu dari ...... kamu!
Aduh, rasanya gloomy Sunday langsung berubah jadi sunny Sunday. Burung-burung berterbangan, rerumputan memantulkan cahaya matahari, dan bunga-bunga bermekaran dengan begitu indah.
Aku langsung baca e-mail dari kamu.
Aku mengernyitkan dahi. Ada file attachement di e-mail itu. Langsung aku download. Sebuah foto. Wajahmu—yang tetap saja tampan—diantara pohon-pohon Ginkgo biloba yang daunnya kekuningan dan berguguran. Mungkin itu yang kamu sebut Heidelberg. Cantik.
Tapi siapa perempuan yang akan kamu temui? Sejak aku berkenalan denganmu di SMA, kamu tidak pernah cerita tentang perempuan. Bahkan, kukira kamu akan menemukan wanita idamanmu saat kamu kuliah di Jerman. Seberapa hebat kah perempuan itu sampai bisa membuatmu tiba-tiba pulang ke Indonesia?
Ah, ternyata pagi itu memang mendung.
Apa kalian tau gimana rasanya jadi perempuan yang sedang jatuh cinta? Kalau kamu laki-laki, kamu harus tau. Kalau kamu perempuan, pasti lah tau. Perempuan normal mana yang tidak pernah tau rasa jatuh cinta? Tapi rasa sakit jatuh cinta, kamu pernah tau gimana?
Perempuan jatuh cinta itu ada dua macam. Pertama, mereka yang selalu blak-blakan mengutarakan cinta. Dan kedua, mereka yang memilih diam ketika jatuh cinta. Kalau disuruh memilih, aku langsung pilih nomer dua!
Kalau kata orang, jatuh cinta yang ditahan untuk keluar sama seperti menahan kentut. Bikin penyakit. Tapi bagi sebagian perempuan—terutama mereka yang memilih diam seperti aku—mengutarakan perasaan ketika jatuh cinta adalah merendahkan diri.
Dari dulu, perempuan itu untuk dikejar. Jangan sampai keistimewaan seperti ini jadi sia-sia hanya karena cinta. Lagipula, cinta bukan hanya sekedar kata. Ada cara lain untuk mengungkapkan, salah satunya adalah dengan bersabar.
Aduh, rasanya gloomy Sunday langsung berubah jadi sunny Sunday. Burung-burung berterbangan, rerumputan memantulkan cahaya matahari, dan bunga-bunga bermekaran dengan begitu indah.
Aku langsung baca e-mail dari kamu.
Hai, jelek! Apa kabar? Minggu depan aku pulang. Ada urusan super-penting! Ini Heidelberg, dia cantik sekali. Aku mau ke Indonesia, ada perempuan yang harus kuajak melihat kastil Heidelberg.
Aku mengernyitkan dahi. Ada file attachement di e-mail itu. Langsung aku download. Sebuah foto. Wajahmu—yang tetap saja tampan—diantara pohon-pohon Ginkgo biloba yang daunnya kekuningan dan berguguran. Mungkin itu yang kamu sebut Heidelberg. Cantik.
Tapi siapa perempuan yang akan kamu temui? Sejak aku berkenalan denganmu di SMA, kamu tidak pernah cerita tentang perempuan. Bahkan, kukira kamu akan menemukan wanita idamanmu saat kamu kuliah di Jerman. Seberapa hebat kah perempuan itu sampai bisa membuatmu tiba-tiba pulang ke Indonesia?
Ah, ternyata pagi itu memang mendung.
***
Apa kalian tau gimana rasanya jadi perempuan yang sedang jatuh cinta? Kalau kamu laki-laki, kamu harus tau. Kalau kamu perempuan, pasti lah tau. Perempuan normal mana yang tidak pernah tau rasa jatuh cinta? Tapi rasa sakit jatuh cinta, kamu pernah tau gimana?
Perempuan jatuh cinta itu ada dua macam. Pertama, mereka yang selalu blak-blakan mengutarakan cinta. Dan kedua, mereka yang memilih diam ketika jatuh cinta. Kalau disuruh memilih, aku langsung pilih nomer dua!
Kalau kata orang, jatuh cinta yang ditahan untuk keluar sama seperti menahan kentut. Bikin penyakit. Tapi bagi sebagian perempuan—terutama mereka yang memilih diam seperti aku—mengutarakan perasaan ketika jatuh cinta adalah merendahkan diri.
Dari dulu, perempuan itu untuk dikejar. Jangan sampai keistimewaan seperti ini jadi sia-sia hanya karena cinta. Lagipula, cinta bukan hanya sekedar kata. Ada cara lain untuk mengungkapkan, salah satunya adalah dengan bersabar.
finally akhirnya bisa masukin foto-foto dari octopus jadi soft copy. sebenernya ini foto-foto lama sih, tapi tukang cuci cetak di deket rumah itu mahal. masukin foto ke flashdisk aja 1000/lembar. padahal ada 36 lembar. gila aja 36.000 cuma buat ginian. tapi akhirnya nemu tempat yg cuma 9000/roll :')
oh iya. FYI aja octopus itu kamera analog yang hasilnya lomo gitu. nih penampakannya
![]() |
| source: google |
punyaku yang ungu, maunya sih beli yang biru. tapi biru sama kuning itu langka. kalo ungu nggak ada flashnya, kualitasnya juga lebih dibawah si kuning sama si biru ........ kalo nggak salah sih. ya kalo salah maapin lah.
dari bodi emang nggak meyakinkan sih, kayak kamera mainan. harganya aja cuma 75.000. termasuk murah kan buat kamera yang bisa bikin foto sungguhan. tapi hasilnya lumayan lho.
| lapangan basket |
| the birthday girl |
| seventeen |
| ada penampakan! |
| the gank |
| alicia pake lulur |
| ...... |
| aula mitreka |



